Rabu, 12 Maret 2008

Polisi ungkap pembunuh Inandiroh

Edisi 13 Maret 2008

SoE, PK -- Upaya tim gabungan Reskrim dan Intelkam Polres TTS mengungkap pembunuh Inandiroh (18), gadis asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang ditemukan tewas di kamarnya menuai hasil. Aparat menetapkan Ahmad Zaeni sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut.
Kapolres TTS, AKBP Suprianto menjelaskan hal itu ketika dikonfirmasi Pos Kupang di SoE, Sabtu (8/3/2008). Menurut Suprianto, aktor pembunuhan itu terungkap setelah polisi ekstra keras melakukan penyelidikan selama tiga minggu sejak pertengahan Februari 2008. Penyelidikan mendalam terhadap kasus itu dilakukan setelah polisi menerima hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang dan hasil uji sepuluh organ tubuh korban dari Laboratorium Forensik Denpasar-Bali.
Tentang motif pembunuhan itu, Suprianto mengatakan, tewasnya Inandiroh berawal dari ketidakharmonisan hubungan antara Siswanto dengan istrinya. Ketidakharmonisan hubungan itu, diadukan istri Siswanto kepada pelaku yang juga kakak kandungnya. Pengaduan istri Iswanto itu membuat Ahmad Zaini naik pitam. Tidak terima dengan pengakuan adik kandungnya, lanjut Suprianto, pelaku yang naik pitam mendatangi korban yang berada di kamarnya dan membunuhnya. Jarak antara rumah pelaku dan kamar korban berhimpitan. Korban tinggal di rumah Siswanto yang langsung menyatu satu tembok dengan pelaku.
"Tembok rumah Siswanto dengan Ahmad Zaini menjadi satu seperti rumah realestate. Dua rumah itu dihubungkan satu pintu yang berdekatan dengan kamar korban. Pelaku dapat masuk ke rumah karena sejak hubungan Siswanto tidak harmonis dengan istrinya pintu penghubung itu tidak pernah terkunci. Sementara kamar korban tidak ada gerendel pengunci sehingga memudahkan pelaku membuka kamar korban," kata Suprianto.
Tentang kronologis tewasnya Inandiroh, Suprianto menjelaskan, berdasarkan fakta yang digali tim Polres TTS bermula ketika korban usai nonton TV di rumah tersangka sekitar pukul 20.00 Wita. Dua jam kemudian, Siswanto sempat mendengar jeritan meminta pertolongan, seperti orang dipukul sekitar pukul 22.00 Wita. Diduga korban meninggal sekitar pukul 23.00-00.00 Wita. "Hal itu dapat diketahui dari lebam mayat korban," ujar Suprianto.
Setelah memastikan waktu meninggalnya korban, jelas Suprianto, polisi melanjutkan penyelidikan untuk mencari pelaku berasal dari luar atau dalam rumah. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan empat bercak darah di dinding kamar, di gorden, di kasur bagian bawah dan di luar kamar mandinya Siswanto.
"Selain itu, polisi mendapatkan petunjuk dari anak tersangka yang mengaku melihat Ahmad Zaini memukul korban hingga berlumuran darah. Dengan demikian asumsi pelaku dari luar rumah terbantahkan dari beberapa fakta yang ditemukan petugas. Polisi berkesimpulan pelaku dari dalam rumah," tandas Suprianto.
Terhadap persoalan itu, lanjut Suprianto, polisi masih terus mengintensifkan pemeriksaan seluruh saksi yang terkait. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini. "Kami terus melakukan pendalaman saksi-saksi untuk mengungkap dugaan adanya orang lain yang membantu, turut serta dan terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap Inandiroh," kata Suprianto sambil menyatakan polisi juga menyelidiki apakah tewasnya korban masuk dalam kategori pembunuhan berencana. (aly)

Tidak ada komentar: